Loka Latih Blog Desa: Transparansi & Inovasi Digital


Babat Supat, Selasa (12/5/2026) – Kader desa se‑Kecamatan Babat Supat bersama Tenaga Pendamping Desa menggelar loka latih mandiri  pembuatan dan pengelolaan blog desa. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut implementasi PP Nomor 16 Tahun 2026 Pasal 12 tentang digitalisasi desa dan Permendes Nomor 16 Tahun 2025 terkait publikasi penggunaan Sistem Informasi Desa (SID).


Acara yang berlangsung di Aula Kecamatan Babat Supat bertujuan membekali kader desa dengan keterampilan praktis dalam mengelola blog desa sebagai media publikasi resmi yang terintegrasi dengan SID. Peserta tidak hanya mendapatkan materi teori mengenai pentingnya digitalisasi desa, tetapi juga praktik langsung menyusun narasi berita sederhana dengan kaidah jurnalistik 5W + 1H.

"Blog desa bukan hanya sekadar media informasi, tetapi juga wadah untuk membangun kepercayaan masyarakat. Dengan adanya blog, setiap kegiatan desa bisa dipublikasikan secara terbuka sehingga masyarakat merasa dilibatkan dalam pembangunan."
— Ida Rosanti, Tenaga Pendamping Desa
"Awalnya kami merasa sulit menulis berita, tetapi setelah dibimbing, ternyata menyusun narasi sederhana bisa dilakukan. Kami berharap blog desa ini menjadi sarana untuk menyampaikan aspirasi dan informasi yang bermanfaat bagi warga."
— Dona, Kader Desa

Kegiatan ditutup dengan kesepakatan bersama, di mana seluruh kader desa berkomitmen untuk secara aktif menuliskan praktik baik dan setiap pelaksanaan kegiatan di desa minimal sekali setiap minggu. Kesepakatan ini menjadi langkah nyata agar blog desa benar‑benar hidup, berisi informasi aktual, dan menjadi media transparansi yang dapat diakses masyarakat secara berkelanjutan.


Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap desa di Kecamatan Babat Supat mampu mengelola blog desa secara mandiri dan berkelanjutan. Blog desa akan menjadi wadah publikasi kegiatan, laporan pembangunan, serta informasi pelayanan yang dapat diakses masyarakat dengan mudah. Dengan demikian, digitalisasi desa bukan hanya sebatas regulasi, tetapi benar‑benar terimplementasi dalam kehidupan sehari‑hari masyarakat desa

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama