Lingkar Loka Desa – Seringkali, nyawa seseorang yang sedang dalam kondisi kritis di desa ditentukan oleh seberapa cepat dan tepat pertolongan pertama diberikan di dalam ambulans. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak ambulans desa yang beroperasi tanpa dukungan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi medis mumpuni. Menjawab tantangan tersebut, Lingkar Loka Desa bersama Komunitas lainnya menyusun rencana penyelenggaraan “Pelatihan Petugas Ambulans Desa Tahun 2026”. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan mengemudi biasa, melainkan sebuah ikhtiar besar untuk mencetak garda terdepan penyelamat nyawa masyarakat desa.
Bukan
Sekadar Sopir, Tapi Penyelamat Nyawa
Ketua Lingkar Loka Desa, Dedy Dharma Riza, melalui Kepala Pelatihan
Agung Rahadi Hidayat, menegaskan bahwa peran petugas ambulans desa sangat
krusial.
"Ambulans desa adalah jembatan harapan antara rumah warga dan
fasilitas kesehatan. Petugas di dalamnya harus memiliki keterampilan medis
dasar (PPGD), mampu melakukan terapi oksigen, hingga memahami aspek legal lalu
lintas. Kita ingin mereka tidak hanya mengantar, tapi juga memastikan pasien
tetap stabil selama perjalanan," ujar Agung dalam rilis persnya di
Palembang, 13 April 2026.
Kurikulum
Komprehensif dan Instruktur Ahli
Pelatihan ini akan melibatkan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Para
peserta akan mendapatkan materi langsung dari pakar di bidangnya,
termasuk Dinas Kesehatan, POLRI, PMI, serta tim dari Lingkar
Loka Desa.
Materi yang disiapkan meliputi kurikulum teknis dan operasional, di
antaranya:
- Penanganan Penderita
Gawat Darurat (PPGD) dan Pengukuran Tanda Vital.
- Prosedur Evakuasi
Korban dan Penggunaan Alat Radio Komunikasi.
- Etika dan Legalitas
Mengemudi Ambulans di Jalan Raya.
- Manajemen
Administrasi Rujukan dan Laporan Medis.
Mendorong
Gotong Royong Kesehatan
Target peserta pelatihan ini mencakup pengemudi ambulans desa, kader
kesehatan, serta relawan mandiri. Dengan target penerima manfaat yang
luas—mulai dari ibu hamil, pasien ODGJ, hingga pengantaran jenazah—kegiatan ini
diharapkan mampu menurunkan angka kematian dan kesakitan di wilayah terpencil
yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan cepat.
Ajakan Kolaborasi dan Dukungan
“Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi instansi pemerintah, perusahaan
melalui program CSR, maupun donatur pribadi untuk terlibat. Ini adalah
investasi kemanusiaan. Satu petugas yang terlatih bisa menyelamatkan ratusan
nyawa di masa depan,” tambah Iskandar Akbar, selaku Biro Dik Tih.
Bagi masyarakat, instansi, atau calon peserta yang ingin berkontribusi dalam mewujudkan layanan kesehatan desa yang lebih profesional, dapat menghubungi narahubung resmi di nomor 0852-9299-7583 (Agung Rahadi Hidayat) atau 0852-6934-9803 (Iskandar Akbar).
Saatnya kita bergerak bersama. Karena dalam kondisi darurat, setiap detik berharga, dan setiap keterampilan petugas adalah napas bagi sesama.
