Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Tenaga Ahli (TA) Pemberdayaan Masyarakat tingkat kabupaten, serta diikuti oleh seluruh Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) di wilayah terkait. Rakor ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan persepsi dan mengevaluasi target capaian program pembangunan desa di Bumi Serasan Sekate.
Ada dua agenda utama yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut. Pertama, evaluasi mendalam mengenai progres pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Para tenaga ahli memberikan arahan khusus terkait penginputan data dan pemenuhan indikator agar BUMDesa di wilayah Musi Banyuasin dapat naik kelas, baik dari kategori perintis, pemula, hingga menjadi mandiri. Hal ini dipandang penting sebagai indikator kemandirian ekonomi desa.
Agenda kedua adalah sosialisasi teknis mengenai evaluasi kinerja Triwulan I tahun 2026. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada PD dan PLD mengenai standar operasional prosedur (SOP) pelaporan dan penilaian kinerja yang akan dilakukan. Evaluasi ini diharapkan dapat memacu profesionalisme para pendamping dalam menjalankan fungsi fasilitasi, pengawasan, dan pemberdayaan masyarakat desa.
"Rapat koordinasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya kita untuk memastikan bahwa setiap pendamping memiliki instrumen yang tepat dalam mengawal dana desa dan pembangunan desa. Fokus kita pada triwulan pertama ini adalah memastikan administrasi BUMDesa tertib dan kinerja individu pendamping terukur dengan jelas," ujar salah satu Tenaga Ahli Kabupaten di sela-sela kegiatan.
Melalui rakor yang berlangsung di Desa Lumpatan II ini, diharapkan seluruh tenaga pendamping dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata dalam mendorong percepatan pembangunan desa, sejalan dengan visi penguatan ekonomi kerakyatan melalui BUMDesa yang tangguh dan akuntabel.
Kegiatan berjalan dengan khidmat dan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif serta penyusunan rencana kerja tindak lanjut (RKTL) untuk periode bulan berikutnya.